Informasi Seputar Bisnis dan Peluang Usaha UMKM

“Pelatihan jamur yang bertajuk “Panen Untung Budidaya Jamur” kembali diselenggarakan oleh PT Lantabura Media, Jumat dan Sabtu (29-30 Juni 2012). “

sesi materi praktik produksi baglog 200x150 Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan Ke 14Pelatihan jamur yang bertajuk “Panen Untung Budidaya Jamur” kembali diselenggarakan oleh PT Lantabura Media, Jumat dan Sabtu (29-30 Juni 2012). Pelatihan yang membekali para peserta dengan teknik produksi media tanam (baglog) jamur serta proses budidayanya tersebut terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi materi kelas (teori) dan sesi praktik lapangan. Pada sesi materi kelas, para peserta diberikan penjelasan seputar seluk beluk budidaya jamur beserta peluang usahanya. Sementara pada sesi materi praktik, para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba memproduksi baglog jamur dengan perlakuan budidayanya.

Pelatihan yang dilaksanakan untuk ke-14 kalinya tersebut diikuti oleh 4 orang peserta yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Keempat peserta itu adalah Wahyudi (30) asal Muntilan, yang merupakan pegawai swasta; Tumiran bin Tangat (50) asal Singapura, seorang immigration officer; Ayulianti Kusrini (36) dari Kepri, seorang ibu rumah tangga; serta Syarifah Harfina (27) asal Bogor, seorang wiraswasta. Selama dua hari berturut-turut, keempat peserta mengikuti semua rangkaian kegiatan pelatihan yang telah disiapkan oleh tim trainingdari Lantabura Media (berbisnisjamur.com).

sesi materi kelas teori 200x150 Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan Ke 14Pada hari pertama (29/6), peserta dibekali materi kelas (teori) seputar pengenalan serta seluk beluk budidaya jamur. Tidak ketinggalan, tahapan-tahapan produksi baglog jamur juga disampaikan dengan bahasa yang simple dan mudah dicerna. Selepas mendapatkan gambaran teori produksinya, keempat peserta kemudian dibawa ke lokasi produksi baglog jamur untuk mempraktikkan materi teorinya. Para peserta yang awalnya sebatas membayangkan pada materi kelas tentang tahapan produksi baglog, terlihat sangat antusias mengikuti step by step arahan pemateri.

Pemilihan bahan baku yang baik, pencampuran bahan baku, memasukkan bahan baku ke dalam plastik, sampai dengan proses inkubasi, masing-masing dijalani peserta dengan penuh semangat. Tidak sampai disitu, peserta juga berkesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan mesin produksi olahan jamur di Aneka Mesin. Di Aneka Mesin, para peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat dan memperoleh penjelasan secara langsung terkait mesin-mesin yang berkaitan dengan produksi jamur dan olahanya, seperti spinner(peniris minyak), press baglog, dan vacuum frying.

kunjungan ke petani jamur 200x150 Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan Ke 14Memasuki hari kedua pelatihan (30/6), peserta masih dibekali dengan materi kelas (teori) lanjutan dari hari pertama, yaitu mengenai analisa usaha jamur dan gambaran pasarnya. Selama sesi teori, para peserta diberikan kebebasan untuk langsung bertanya dan berinteraksi dengan pemateri. Selanjutnya materi dilanjutkan dengan kunjungan ke petani jamur. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengamati bentuk kumbung (rumah jamur) yang ideal untuk budidaya serta perlakuan-perlakuan budidaya dari petani jamurnya langsung. Tidak berhenti sampai disitu, peserta melanjutkan kunjungannya pada hari tersebut ke petani jamur yang kedua.

Di kumbung jamur yang kedua, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba praktik panen jamur tiram. Meskipun terlihat mudah dan sederhana, namun ada beberapa perlakuan dalam panen jamur tiram yang harus dicermati, teruma proses memetiknya. Puas dengan gambaran teknik praktik jamur tiram, peserta kemudian diajak untuk menikmati aneka olahan jamur tiram yang lezat. Aneka masakan olahan seperti sate jamur, tongseng jamur, pepes jamur, rendang jamur, jamur bakar, dan lumpia jamur mampu ‘mengoyang lidah’ seluruh peserta pelatihan.

peserta pelatihan jamur ke 14 200x150 Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan Ke 14Kenyang dengan olahan jamurnya, peserta kembali diajak mengunjungi salah satu lokasi petani jamur yang menerapkan sistem penyiraman otomatis untuk tanaman jamurnya. Sesi tersebut merupakan bagian akhir dari pelatihan selama dua hari tersebut. Rasa puas terlihat dari raut muka seluruh peserta pada sesi penutup pelatihan jamur itu. Masing-masing memiliki kesan dan harapan selepas mengikuti pelatihan jamur yang digelar di Yogyakarta tersebut.

“Sangat mengesankan, penyampaian materi mudah dimengerti, isi materi sangat transparan, serta didukung tim pengajar yang sudah sangat berpengalaman dalam budidaya jamur,” ujar Ayulianti Kusrini yang merupakan istri dari Tumiran. Sementara bagi Syarifah Harfina, pelatihan jamur yang dijalani membuka pikirannya bahwa potensi bisnis jamur itu sangat luar biasa. “Ke depannya, saya berharap bisa membuka restoran atau rumah jamur di tempat tinggal saya,” jelas Syarifah dengan penuh rasa optimis.

Tim bisnisUKM

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: